|
History / Sejarah Silsilah Lands
|
Kori Brojonolo Lor

Kori Brojonolo lor
Berdasarkan namanya, Brojonolo berasal dari
bentukan dua kata, brojo yang berarti
senjata tajam, dan nolo yang berarti hati.
Sehingga Kori Brojonolo memiliki beberapa
makna simbolitis, sebagai berikut:
-
Manusia yang mempunyai keinginan
untuk mencapai kesempurnaan akhir,
harus mempunyai ketajaman budi yang
didasari oleh laku prihatin kepada
dirinya sendiri; dan kemudian
senjata yang dipakai hanyalah hati
atau perasaan. Karena itu manusia
yang melewati tempat tersebut,
haruslah manusia yang mempunyai rasa
dan menggunakan rasa perasaannya
yang terdalam untuk, sebagai dasar
untuk berprilaku.
-
Kori Brojonolo yang sedemikian besar,
merupakan barang langka, sehingga
bagi Kadewatan disebut sebagai
simbol dari AGAMA KALA, seperti yang
tertulis dalam Masih disekitar
Brojonolo, tepatnya disebelah timur
kori Brojonolo terdapat bangunan
panggung yang merupakan tempat
lonceng waktu yang besar, yang
disebut Jam Panggung, dimana pada
masa itu, setiap pergantian jam,
lonceng tersebut dibunyikan.
Berdasarkan mitos yang ada, konon
pada jaman Kehendran, jam tersebut
disebut Genta Kekeleng, yang
dibunyikan untuk mengumpulkan para
Dewa bila terdapat keperluan.
Selanjutnya, disebelah Selatan Kori
Brojonolo, terdapat arca kembar yang terbuat
dari batu, yang menggambarkan raksasa yang
membawa senjata gada. Hal ini merupakan
simbol yang diambil dari jaman Kehendran,
dimana kori pintu masuk ke Suroloyo dijaga
oleh Dewa raksasa yang bernama Cingkorobolo
dan Boloupoto.
Berdasarkan buku Tapel Adam, keberadaan Arca
dan Genta, dapat dikatakan sebagai simbol
dari Agama Budha, sedangkan bagi laku
kebatinan, semua itu mengandung simbol bahwa
manusia tidak boleh ragu-ragu dalam
melakukan sesuatu (bahasa Jawa: mandeg
tumoleh), karena sesuatu hal atau perwujudan
apapun juga. |
|